Minggu, 29 November 2020

Review Novel Incarceron - Catherine Fisher: Penjara Sempurna yang Rusak

 


 

Judul: Incarceron 

Penulis: Catherine Fisher 

Penerjemah: Merry Riansyah & Febry E. S. 

Penyunting: Lulu Fitri Rahman

ISBN: 9786028590341

Penerbit: Penerbit Matahati

Cetakan pertama, 2011


Yang satu di dalam, yang lain di luar. 

Tapi keduanya sama-sama terpenjara. 


Finn terpenjara di Incarceron, sebuah penjara yang sangat luas sehingga di dalamnya terdapat gunung, sungai bahkan lautan. Finn tidak mengingat siapa dirinya dan yakin bahwa ia berasal dari dunia luar. Ia berusaha menemukan pintu keluar Incarceron yang ternyata hidup. 

Claudia terpaksa harus menikahi Caspar, sang pewaris tahta kerajaan. Ayahnya adalah sang Sipir Incarceron. Claudia selalu penasaran dengan letak Incarceron dan menganggap bahwa penjara itu adalah dunia ideal yang diciptakan oleh para pendahulu. 

Narasinya cepat tetapi detil, membuat saya tidak bisa berhenti membaca. Petualangan Finn dan Keiro, saudara angkatnya, begitu mendebarkan. Hebatnya, Fisher bisa membuat adegan yang sama membuat penasarannya di antara dua adegan petualangan Finn dan Keiro. Adegan Claudia dan sang guru, Jared, juga membuat saya betah membaca. Meski apa yang Jared dan Claudia lakukan berbeda dengan yang Finn dan Keiro lakukan. 

Banyak istilah yang tidak dijelaskan oleh Fisher tetapi saya tidak masalah dengan itu. Seiring dengan berjalannya cerita, kita bisa menebak dan mengetahui istilah-istilah itu dengan sendirinya. 

Fisher bisa mempertahankan tensi cerita dengan baik bahkan hingga akhir. Ada twist yang dijelaskan secara implisit tetapi tidak terlalu susah menebaknya. Karena ini adalah sci-fi futuristik, mungkin yang tidak terbiasa dengan genre ini akan kesulitan untuk memahami. Tapi kalau kalian penggemar sci-fi remaja, wajib banget baca buku ini. 

Sayangnya, satu kekurangan yang membuat saya menangis adalah buku keduanya, Shappique, tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia—atau belum. Setelah saya cari, penerbitnya juga sepertinya sudah tutup. T.T

Akhir kisah buku pertama memang memancing sekali untuk melanjutkan membaca buku keduanya. Kalau kalian tahan dengan narasi cepat, maka dalam semalam saja kalian bisa melahap buku ini.