Judul: Hush Hush
Penulis: Becca Fitzpatrick
Alih bahasa: Leinovar Bahfein
Penerbit: Fantasious (PT. Ufuk Publishing House)
ISBN: 978-602-7812-08-6
Cetakan keempat, 2014
Jumlah halaman: 485 halaman
Mengusung ide fallen angel, Hush Hush adalah novel pertama dari Hush Hush Saga.
Beberapa tahun lalu, saya dengan curang membeli buku terakhir seri ini, yakni Finale. Kebiasaan lama dan buruk; mengintip akhir cerita sebelum membaca dari awal.
Kemudian iseng saya melihat buku ini di ipusnas dan memutuskan untuk membacanya demi tugas Ngereadkuy di Komunitas Menulis Cerdas yang sudah satu bulan saya ikuti.
Tentu penilaian saya tentang buku Finale akan berubah setelah ini. Harus!
Saya akui menyesal karena tidak membaca buku ini sedari awal. Namun, sebagian diri saya yang lain mengatakan, "Sukurin!" sembari mendorong kepala saya dengan keras dan terkikik.
Hush Hush mengisahkan seorang anak sekolah menengah yang mendapatkan partner baru dalam subjek Biologi. Partner yang misterius, menyeramkan sekaligus mewanan. Tipe-tipe cowok pemeran utama buku fantasi.
Bahasanya ringan dan mudah dimengerti. Mengalir dengan lancar dan enak diikuti. Bisa dihabiskan sehari kalau tidak ada kegiatan lain. Saya menghabiskan waktu dua hari karena diselingi kegiatan harian.
Saya dibuat tertawa dengan kelakuan Nora dan sahabatnya, Vee, yang kadang konyol. Karakter Vee benar-benar bisa dibilang menghidupkan suasana. Sementara Patch tipe-tipe cowok cool yang tiba-tiba muncul dimana-mana ketika cewek incarannya membutuhkan. Klise? Yep! Tapi Becca Fitzpatrick berhasil menyuguhkan ke-klise-an itu dengan baik.
Sebagai fantasy romance, Hush Hush sudah cukup menunjukkan romansa Nora-Patch yang tampil sebagai remaja. Namun, dunia Patch sendiri belum ditunjukkan dengan gamblang. Meski begitu kita masih paham, kok, kenapa Patch bisa hidup seperti itu.
Misteri demi misteri pun tersimpan baik hingga akhir. Kita bakal dibuat terus dan terus penasaran dengan siapa pelaku sebenarnya yang meneror Nora. Apakah benar itu Patch?!
Satu hal yang saya garis bawahi, cetak tebal dan diberi highlight adalah cara Fitzpatrick untuk mendeskripsikan tokoh utama itu sendiri dengan sudut pandang orang pertama tanpa ganjalan. Nora bisa menjelaskan bagaimana dirinya, fisiknya, dengan mulus tanpa perlu penilaian orang lain. Cara yang bagus, Becca!
Oke, sepertinya saya mau meminjam buku selanjutnya dari Hush Hush Saga ini. Dan mari lihat apakah akan semenarik buku ini?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar